+62 853-7578-1005 +62 812-6686-7013 +62 882-7703-6876 0817-7578-1005      liswantor@gmail.com

Qurban Murah Di Batam, 100% SESUAI SYARI'AT, Umur Yang Sesuai Syariat, Tidak Cacat, Gemuk, dan Sehat.

Hari Raya Haji atau biasa di sebut Idhul Adha 1441 H , yang bertepatan pada 31 Juli 2020 , merupakan moment besar Ibadah Penyembelihan Hewan Qurban Bagi Kaum Muslimin yang berada di Tanah Air.

Kami Menyediakan Hewan Qurban Murah dan Aqiqah, Nazar, yang Insya Allah sesuai tuntunan Syariat Islam, Tidak Cacat, Sehat, Gemuk.

Di Wilayah Kepulauan Riau, Batam , Tanjung Pinang, Tanjung Uban, Bintan , Singapura , Malaysia

Segera di Pesan, stock terbatas

 

  • Dimas Miftakhul Ulum admin Qurban
  • Hewan Qurban dan Aqiqah Murah Tahun2020
  • Aqiqah Murah Sunnah Tahun 2020
  • Shofiyyah Catering
  • Sapi Batam Tahun 2020
  • Kambing Domba Singapore Tahun 2020
  • Grosir Kambing Murah

Orang yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan memotong rambutnya (yaitu orang yang hendak qurban bukan hewan qurbannya). Dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim).

Larangan tersebut berlaku untuk cara apapun dan untuk bagian manapun, mencakup larangan mencukur gundul atau sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/376).

Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga ataukah berlaku juga untuk anggota keluarga shohibul qurban?

Jawab: Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul qurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Karena 2 alasan:

  • Dlahir hadis menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang mau berqurban.
  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau menyuruh anggota keluarganya untuk tidak memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7/529)